Penolakan Terhadap Eksploitasi Gumuk Daerah Jember

Eksploitasi Gumuk (Gunung Kecil)





Gumuk. Sebuah gundukan tinggi serupa gunung kecil dan bukit. Namun tak sama dengan keduanya. Ada beberapa anggapan keliru yang menyatakan bahwa gumuk adalah bukit. Padahal jelas, keduanya berbeda. Karena kandungan antara bukit dan gumuk memiliki perbedaan yang jelas. Gumuk masuk dalam pertambangan galian C dengan muatan batu piring, pasir, batu pondasi. kalau bukit sebagian besar kandungannya adalah tanah biasa. Dan masing-masing memiliki keunggulannya sendiri.
Di Jember sendiri, gumuk terbentuk atas letusan Gunung Raung di masa lampau. Sejarah mencatat letusan terlampau Gunung Raung di abad 16 (1500-an Masehi), sebelum itu tidak tercatat. Tercatat juga letusan terdahsyatnya di abad 17 (sekitar 1628 M) [Sumber data : RZ Hakim]

Istimewa namun dianggap biasa saja, itulah gumuk di Jember. Keberadaannya tak begitu mendapatkan perhatian dari pemangku wilayah. Jember yang dulunya dikenal sebagai kota seribu gumuk, kini harus mau mengakui bahwa jumlahnya sudah tak sebanyak itu. Tragis dan menyedihkan. Sebagian besar gumuk yang rata-rata adalah milik perseorangan, kini semakin menyusut karena adanya eksploitasi. Entah itu kandungan yang ada di dalamnya ataupun perataan untuk dijadikan perumahan maupun ruko-ruko modern.
Eksploitasi yang berlebihan seakan mengesampingkan betapa hebatnya manfaat gumuk untuk masyarakat Jember dan sekitarnya. Selain memiliki peran penting dalam menjaga kualitas resapan air, keberadaannya juga memberikan berkah bagi para petani tembakau. Karena angin dari pegunungan (Gunung Raung dan Argopuro) tidak langsung turun dan menghempas tanaman, melainkan menabrak gumuk-gumuk yang bertebaran. Hal tersebut membuat peredaran angin dinetralisir oleh gumuk sehingga membuat udara yang nyaman bagi beberapa tanaman di wilayah Jember.
Ketika gumuk tak lagi berjumlah seribu, banyak tanaman tembakau yang rusak. Selain itu, juga menyebabkan puting beliung sering mengunjungi kota kecil ini. Karena tak ada lagi penahan angin yang bisa menetralisir peredarannya. 

Dan mungkin sadar akan dampak yang akan lebih di masa mendatang, banyak yang membuat perkumpulan untuk menyelamatkan gumuk yang berada di jember, karena peduli pada gumuk termasuk peduli pada siklus kehidupan 


silahkan kunjungi :

0 komentar:

Posting Komentar